BeritaSalatiga.com – Tim Penggerak PKK Kota Salatiga menggelar Road Show Tukar Sampah Jadi Sembako pada Jumat (13/3/2026). Kegiatan yang bekerja sama dengan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) itu menyasar sejumlah bank sampah di berbagai kecamatan sebagai upaya mengurangi volume sampah sekaligus mendukung Gerakan Jawa Tengah Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI).
Ketua TP PKK Kota Salatiga Ny. Retno Robby Hernawan mengatakan persoalan sampah kini menjadi perhatian serius yang membutuhkan keterlibatan masyarakat. Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
“Semangat kolaborasi seperti ini yang harus terus kita tanamkan, karena salah satu persoalan krusial di daerah saat ini adalah masalah sampah. Melalui gerakan bersama masyarakat, pokja, dan komunitas, kita berupaya menghentikan sampah dari sumbernya,” kata Retno.
Ia menegaskan, gerakan pengurangan sampah tidak cukup dilakukan secara sesaat, tetapi harus berjalan secara konsisten agar mampu menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngronggo.
Ketua GAMKI Hardiono Arron Daud Unas menilai kegiatan tersebut menjadi contoh kolaborasi antara organisasi masyarakat dan pemerintah dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan.
“Hari ini kami menyiapkan 50 paket sembako yang akan diserahkan kepada para pengurus bank sampah. Selain isu lingkungan, di GAMKI juga terdapat bidang perempuan dan anak, sehingga ke depan kami berharap dapat terus berkolaborasi dalam berbagai kegiatan,” ujar Hardiono.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan TP PKK mengunjungi empat bank sampah, yakni Bank Sampah Kenteng Berseri di RW 07 Kenteng, Kelurahan Kumpulrejo; Bank Sampah Berkah di RW 01 Butuh, Kelurahan Kutowinangun Lor; Bank Sampah Kurma di RW V Krajan, Kelurahan Salatiga; dan Bank Sampah Melati di RW 13 Pengilon, Kelurahan Mangunsari.
Dari hasil pengumpulan sampah yang disetorkan ke Bank Sampah Induk Kota Salatiga tercatat minyak jelantah sebanyak 77,3 kilogram, kertas 227,5 kilogram, plastik 12 kilogram, kaca 42 kilogram, serta lima galon plastik.(Bang Nur)






