Buah Lolos Sortir Picu Rekaman, Program MBG di Dukuh 05 Dievaluasi Bersama

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BeritaSalatiga.com – Sebuah video komplain mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Dukuh 05 mendadak beredar luas di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan kepala sekolah menyampaikan keberatan atas kualitas salah satu menu. Namun di balik riuhnya perbincangan publik, pihak sekolah menyebut komunikasi dengan penyedia sesungguhnya telah berlangsung jauh sebelumnya.

Kepala SD Negeri Dukuh 05, Jumarti, mengatakan selama pelaksanaan MBG pihaknya telah sekitar enam kali menyampaikan komplain. Keluhan mencakup kekurangan susu, porsi nasi yang dinilai kurang, hingga persoalan kualitas buah.

“Untuk komplain, sebetulnya ya ada beberapa yang namanya manusia ya mas. Wong masak itu kan pasti ada yang kurang uyah (garam – red), kurang apa itu sudah biasa. Saya juga komplain langsung, ‘Mbak ini kurang ini’, nanti besoknya sudah diperbaiki,” ujar Jumarti, Senin (2/3/2026).

Berita Lainya  Sekarang Jalur Penyelamat Gamol Dipantau CCTV, Tak Bisa Lagi Sembarangan Parkir

Menurut dia, setiap keluhan langsung ditindaklanjuti. Jika ada kekurangan, penyedia segera mengirim tambahan pada hari yang sama.

“Misalnya kurang nasi, nanti saya telepon, mereka ngirim. Respon cepat sekali,” katanya.

Video yang kemudian viral itu, kata Jumarti, direkam saat ia menyampaikan komplain terkait beberapa buah yang dinilai kurang bagus. Ia menegaskan rekaman tersebut bukan dibuat untuk konsumsi publik, melainkan sebagai dokumentasi internal.

“Memang saya videokan. Tujuan saya, video ini saya simpan, suatu saat kalau saya komplain lagi pakai video supaya mereka ingat komplain saya,” tuturnya.

Ia mengaku terkejut ketika mengetahui rekaman tersebut tersebar. Menurutnya, video semula disimpan dan tidak dimaksudkan untuk dipublikasikan.

“Saya kaget, kenapa dan siapa yang memviralkan. Video itu dari saya tahan. Saya kumpulkan guru-guru, tapi tidak ada yang mengaku. Saya tidak akan memperpanjang masalah,” ujarnya.

Berita Lainya  PGMI UIN Salatiga Kantongi Akreditasi Unggul, Momentum Penguatan Mutu Pendidikan Dasar

Sebagai kepala sekolah, Jumarti menyatakan tanggung jawabnya adalah memastikan makanan yang dikonsumsi siswa layak dan aman.

“Ini SD loh mas. Jadi kalau ada yang kurang, ya saya langsung komplain,” katanya.

Di sisi lain, Ketua SPPG wilayah Sawahan, Sarah Alfi Maiza, memastikan evaluasi telah dilakukan sejak hari kejadian. Ia menyebut pihaknya datang ke sekolah pada pukul 13.00 WIB bersama yayasan untuk klarifikasi dan meminta maaf.

Sarah mengakui terdapat 8–10 buah yang busuk dan lolos dari proses penyortiran. Menurut dia, hal itu terjadi karena buah bertumpuk saat pemorsian sehingga ada yang tidak terdeteksi.

“Kami melakukan pengecekan yang teliti pada setiap buah yang akan kami berikan. Dilakukan penyortiran ulang sebanyak tiga kali, mulai dari racik, masak, lalu pemorsian,” ujarnya.

Ia menambahkan, perbaikan menu dilakukan sesuai arahan pusat dengan komposisi karbohidrat, protein, dan buah. Perbaikan juga diterapkan merata di seluruh sekolah yang dilayani, tidak hanya di SD Negeri Dukuh 05.

Berita Lainya  Kejar Pelajar dengan Golok, Tiga Remaja Diamankan Polisi di Salatiga

SPPG wilayah Sawahan saat ini melayani 3.284 penerima manfaat di 20 sekolah, mulai dari PAUD hingga SMK. Di SD Negeri Dukuh 05, jumlah penerima manfaat tercatat 158 siswa.

Baik pihak sekolah maupun penyedia menyatakan hubungan komunikasi tetap berjalan baik. Jumarti bahkan menyebut setelah perbaikan dilakukan, kualitas makanan dinilai lebih baik dan mendapat apresiasi dari orang tua.

“Kami mengucapkan terima kasih dan mohon maaf jika video ini sampai tersebar ke mana-mana, yang itu tidak kami kehendaki,” ujarnya.

Di tengah sorotan publik, polemik ini menjadi pengingat bahwa pengawasan dan evaluasi dalam program layanan publik membutuhkan keterbukaan sekaligus komunikasi yang terjaga.(B2)

Berita Terkait

Masih Bingung Buat SIM? Kasat Lantas Polres Salatiga Jelaskan Alur Pelayanan hingga Biaya Resmi
Kasus Dugaan Fraud BRI Salatiga, Manajemen Pastikan Oknum Pekerja Ditindak Tegas
Jalan Licin Usai Hujan Bikin Truk Box Terguling di JLS Salatiga, Dua Orang Terluka
Pelatihan AI Digelar di Polres Salatiga, Bhayangkari Didorong Adaptif di Era Digital
Dandim Salatiga Ajak Wartawan Angkat “Cerita Desa” dari Proyek Jembatan dan Air Bersih
RSUD dr. Soebarkat Didorong Berbenah di Usia ke-43, Bidik Jadi Pilihan Utama Warga
Rombak Pejabat, Wali Kota Salatiga Tekankan Birokrasi Cepat, Inovatif, dan Digital
UMKM dan Seni Tradisi Berpadu, Gebyar PKK Hidupkan Malam Minggu di Salatiga

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:11

Masih Bingung Buat SIM? Kasat Lantas Polres Salatiga Jelaskan Alur Pelayanan hingga Biaya Resmi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:00

Kasus Dugaan Fraud BRI Salatiga, Manajemen Pastikan Oknum Pekerja Ditindak Tegas

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:22

Jalan Licin Usai Hujan Bikin Truk Box Terguling di JLS Salatiga, Dua Orang Terluka

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:49

Pelatihan AI Digelar di Polres Salatiga, Bhayangkari Didorong Adaptif di Era Digital

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:36

Dandim Salatiga Ajak Wartawan Angkat “Cerita Desa” dari Proyek Jembatan dan Air Bersih

Senin, 20 April 2026 - 13:23

Rombak Pejabat, Wali Kota Salatiga Tekankan Birokrasi Cepat, Inovatif, dan Digital

Minggu, 19 April 2026 - 18:47

UMKM dan Seni Tradisi Berpadu, Gebyar PKK Hidupkan Malam Minggu di Salatiga

Kamis, 9 April 2026 - 09:29

Perkuat Pengawasan, Rutan Salatiga Kukuhkan Satgas Patnal Cegah Pelanggaran

Berita Terbaru

error: Content is protected !!