Kontributor: M Ichsan
BeritaSalatiga.com – Upaya pencegahan kekerasan berbasis gender kian diperkuat melalui kolaborasi lintas negara. Hal ini mengemuka dalam diskusi strategis yang digelar Yayasan Jallu Nusantara Indonesia bersama perwakilan Southeast Asia Gender Based Violence (GBV) Prevention Platform, di Kantor Yayasan Jallu Nusantara Indonesia, Salatiga, Rabu (1/4/2026).
Dalam suasana terbuka dan penuh semangat kolaborasi, forum ini menjadi ruang bertukar pengalaman sekaligus merumuskan pendekatan baru dalam menangani persoalan kekerasan berbasis gender yang masih menjadi tantangan serius di masyarakat.
Diskusi tersebut menyoroti pentingnya integrasi perspektif lintas sektor dalam upaya pencegahan. Para peserta membahas berbagai isu krusial, mulai dari akar penyebab kekerasan berbasis gender, peran strategis komunitas lokal, hingga urgensi edukasi dan advokasi yang berkelanjutan.
Perwakilan Southeast Asia GBV Prevention Platform menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif antar pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menciptakan perubahan nyata. Sinergi antara lembaga lokal dan jaringan regional dinilai mampu memperkuat respons terhadap kasus-kasus kekerasan sekaligus mendorong pencegahan yang lebih efektif.
Sementara itu, Yayasan Jallu Nusantara Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus aktif dalam upaya pencegahan melalui berbagai program, seperti pendampingan korban, edukasi masyarakat, serta penguatan kapasitas paralegal dan komunitas.
Diskusi ini juga membuka peluang kerja sama lanjutan, khususnya dalam pengembangan program berbasis komunitas yang lebih responsif terhadap kebutuhan korban. Selain itu, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong perubahan sosial yang lebih luas di tingkat lokal hingga regional.
Melalui forum ini, kedua pihak berharap terbangun sinergi yang lebih kuat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan berbasis gender di Indonesia.(*)






