BeritaSalatiga.com– Ruang pertemuan itu tak sekadar menjadi tempat paparan program. Di sana, arah baru promosi wisata Kota Salatiga dirancang. Diseminasi Strategi Pemasaran Pariwisata mempertemukan Anggota Komisi VII DPR RI, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perdagangan, serta pelaku industri wisata.
Wali Kota Salatiga berbicara lugas. Promosi, katanya, tak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Dunia sudah berpindah ke layar gawai. Digital marketing dan media sosial menjadi pintu masuk baru untuk menjangkau wisatawan lebih luas. Transformasi promosi berbasis platform digital dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memperkenalkan potensi kota secara masif.
Pemerintah Kota Salatiga pun menegaskan komitmennya mendorong pengembangan pariwisata berbasis digital. Bukan hanya demi citra, melainkan untuk menggerakkan ekonomi lokal. Sektor wisata diharapkan memberi efek domino bagi pelaku UMKM, perdagangan, hingga jasa pendukung lainnya.
Anggota DPR RI yang hadir menyampaikan komitmennya untuk membedah dan mengoptimalkan potensi pariwisata Salatiga bersama Deputi Pemasaran Pariwisata. Ia menilai letak geografis Salatiga yang berada di tengah-tengah Kabupaten Semarang dan Boyolali sebagai posisi strategis. Kota ini dinilai berpeluang menjadi simpul pergerakan wisatawan, tempat transit yang menjelma destinasi.
Forum tersebut sekaligus menjadi ruang konsolidasi. Pemerintah kota berharap dukungan berkelanjutan dari Kementerian Pariwisata dan DPR RI untuk memperkuat promosi serta pengembangan destinasi. Targetnya tak muluk: pariwisata yang tumbuh, ekonomi yang bergerak, dan Salatiga yang semakin dikenal sebagai kota yang hangat, nyaman, dan meninggalkan kesan.(B2)






