BeritaSalatiga.com – Tiga remaja diamankan aparat kepolisian setelah kedapatan membawa senjata tajam jenis golok bergerigi di wilayah Nogosaren, Bugel, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Minggu (8/3) dini hari. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB.
Kapolsek Sidorejo AKP Sarwoko mengatakan, penangkapan bermula dari laporan masyarakat yang resah melihat sekelompok pemuda diduga membawa senjata tajam di kawasan tersebut.
“Anggota kami menerima laporan dari warga adanya sejumlah pemuda yang diduga membawa senjata tajam. Petugas langsung menuju lokasi,” kata Sarwoko.
Menurut dia, saat petugas tiba di lokasi, warga sudah lebih dulu mengamankan tiga remaja yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Bersama warga, anggota kami kemudian mengamankan para remaja tersebut untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Dari keterangan yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula ketika tiga pelajar warga Bugel pulang dari Lapangan Pancasila usai menonton kegiatan lomba lari. Saat melintas di Jalan Patimura, mereka tiba-tiba dikejar sekelompok pemuda yang mengendarai dua sepeda motor.
Salah satu dari pemuda itu diketahui membawa senjata tajam jenis golok bergerigi.
Merasa terancam, para pelajar tersebut berlari menuju permukiman warga di Dusun Nogosaren yang saat itu masih berkumpul menunggu waktu sahur. Warga kemudian membantu mengamankan para pelaku dan melaporkannya ke polisi.
“Tiga remaja berhasil diamankan warga di lokasi, kemudian diserahkan kepada anggota Polsek Sidorejo yang datang ke tempat kejadian,” kata Sarwoko.
Dari tangan para remaja, polisi menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna putih krem bernomor polisi H-2267-IC serta satu bilah senjata tajam jenis golok bergerigi berwarna hitam.
Adapun tiga remaja yang diamankan masing-masing berinisial FEC (19), DEB (17), dan SC (19), yang diketahui merupakan warga Kabupaten Semarang.
“Selain ketiga remaja tersebut, masih ada beberapa orang lainnya yang melarikan diri. Identitas mereka sudah kami ketahui dan masih dalam pencarian,” ujarnya.
Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini para remaja bersama barang bukti telah diamankan di Polres Salatiga untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Para terduga pelaku sudah diamankan di Polres Salatiga untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut,” kata Ade Papa Rihi.
Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh penyidik, para remaja tersebut diduga datang ke wilayah Salatiga setelah mendapat tantangan dari pemuda setempat melalui media sosial TikTok.
“Informasi awal yang kami peroleh, mereka datang karena adanya tantangan melalui media sosial TikTok. Hal ini masih didalami oleh penyidik,” ujarnya.
Polres Salatiga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari.
“Kami mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anaknya, agar tidak terlibat dalam tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga diminta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.
“Kami akan terus meningkatkan patroli serta menindak tegas segala bentuk tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Kapolres.(B2)






