BeritaSalatiga.com – Pagi masih menggantung di langit Kabupaten Semarang ketika rombongan Komando Resor Militer menapaki bangunan bercat tegas yang berdiri di Desa Asinan, Kecamatan Bawen, serta Kelurahan Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Rabu (25/02). Bangunan itu bukan sekadar proyek fisik. Ia diproyeksikan menjadi simpul baru ekonomi kerakyatan: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Komandan Korem 073/Makutarama, Kolonel Arm Ezra Nathanael, bersama Komandan Kodim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kesiapan akhir pembangunan.
“Dari hasil pengecekan ini, progres pembangunan telah mencapai 100 persen. Peninjauan langsung ini kami lakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana koperasi sebelum benar-benar dioperasionalkan. Sehingga saat operasional nanti sudah benar-benar siap memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kolonel Ezra.
Secara fisik, bangunan telah rampung. Namun yang lebih penting adalah fungsi sosial-ekonominya. KDKMP dirancang untuk memangkas jarak antara kebutuhan warga dan harga pasar yang kerap melambung. Koperasi ini, kata Ezra, akan menghadirkan barang dengan harga lebih terjangkau dibanding harga umum di pasaran.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan warga dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar pada umumnya. Artinya, KDKMP hadir untuk membantu masyarakat. Bahkan, akan ada perbedaan harga yang lebih ringan dan terjangkau dibanding pasar. Tujuannya sangat jelas, untuk memberikan kemudahan dan keringanan bagi warga,” katanya.
Tak hanya menjual kebutuhan pokok biasa, koperasi ini juga menyediakan produk strategis yang kerap sulit diakses melalui koperasi modern, seperti pupuk bersubsidi, minyak goreng, hingga kebutuhan penting lainnya. Kehadiran komoditas tersebut menjadi penanda bahwa KDKMP menyasar sektor riil yang langsung bersentuhan dengan petani dan rumah tangga.
Dari hasil pengecekan di dua kecamatan tersebut, pembangunan hampir seluruhnya selesai dan tinggal menunggu tahap operasional. Harapannya, koperasi ini segera menjadi simpul distribusi yang mampu menekan beban belanja warga sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi lokal di Kabupaten Semarang.
Sementara itu, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho menegaskan dukungan jajaran teritorial terhadap penguatan ekonomi berbasis masyarakat.
“Kami siap bersinergi dalam hal pembinaan wawasan kebangsaan, menjaga kondusivitas lingkungan, serta mendorong kemitraan yang sehat antara koperasi dengan berbagai elemen masyarakat,” tegasnya.
Sinergi antara pengurus koperasi, aparat teritorial, pemerintah daerah, dan warga menjadi kunci keberlanjutan program ini. Jika berjalan sesuai harapan, Koperasi Merah Putih tak sekadar menjadi tempat transaksi, melainkan pilar baru yang menopang kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Salatiga dan Kabupaten Semarang.(B2)






